Kirim Video Berita, Ditransfer Uang Rp.50rb!

Cerita Nostalgia Naik ke Puncak Kawah Galunggung lewat Jalan Setapak & Belum ada tangga

Gunung Galunggung dilihat dari kejauhan (di kaki gunung)
Gunung Galunggung dilihat dari kejauhan (di kaki gunung)
banner 120x600
banner 468x60

Kurang Piknik com | Calon Media Daring Berjejaring Pariwisata dengan konsep Ekonomi Kolaboratif – Sekitar tahun 1995 dulu, untuk menuju ke Puncak Kawah Galunggung bisa ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak antara semak-semak pohon pinus. Aslinya itu sangat menyenangkan karena ya banyak juga orang lain yang berpapasan di jalan atau yang sama-sama se arah akan naik ke puncak lereng kawah galunggung.

Dan yang tak kalah menariknya, banyak rombongan orang ketika mendaki gunung sambil bawa tape compo di boyong dipanggul di pundak, dengan gagahnya mereka benar-benar menikmati perjalanan kaki menuju puncak.

banner 325x300

Sesampainya dekat bibir lereng kawah, itu kan dulu belum ada yang namanya tangga tembok seperti sekarang ini, semua pada bawa tongkat, langkah demi langkah terus naik sambil menancapkan tongkat ke pasir yang lumayan tebal dengan medan yang curam.

Walau dengan keterbatasan suasana, tetapi rasanya seru banget teman-teman, ada tantangannya. Pokoknya yang bisa sampai di kawah itu adalah mereka yang sudah lulus bersusah payah merayap di hamparan pasir curam nan tajam. Seru pokoknya.

Sekarang mah beda cerita ya, sekarang sudah pada dipermudah, ada tangga dan orang-orang jarang yang penjelajahan di jalan setapak semak-semak pohon pinus, tapi sudah melalui jalan besar yang masuk motor dan mobil.

Sejujurnya, saya ingin sekali jalan yang sistem penjelajahan dulu itu dibuka lagi dan orang-orang yang nostalgia bisa lewat sana. Tapi apakah ada banyak yang mau begituan bersusah payah jalan kaki beberapa Kilo meter jauhnya menuju puncak kawah galunggung? (F)

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published.